-->

Bakti Kesehatan Bhayangkara: Target Terlampaui, Ratusan Siswa Terima Kacamata Gratis

Redaksi
, Juni 18, 2026 WIB Last Updated 2026-06-18T10:08:00Z
---

 

Istimewa 



MEDIAWARTA.NET Banjarmasin – Bakti kesehatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polresta Banjarmasin tak berhenti sebagai seremoni. Data di lapangan justru menunjukkan kebutuhan riil masyarakat—terutama pelajar—lebih besar dari perkiraan awal.


Sejak 2 hingga 18 Juni 2026, kegiatan menyasar sekolah-sekolah serta fasilitas kesehatan internal Polresta. Fokusnya pada pemeriksaan mata, pembagian vitamin, hingga cek kesehatan gratis bagi keluarga personel.


Hasilnya mencolok. Sebanyak 2.495 siswa menjalani pemeriksaan mata. Dari jumlah itu, 619 siswa ditetapkan sebagai penerima kacamata gratis—melampaui target awal 500 penerima.


Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Timbul Rein Krisman Siregar, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas Ipda Adi Harry Sucahyo, S.H., menegaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.


“Bakti kesehatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi bentuk kehadiran nyata Polri di tengah masyarakat. Kami melihat langsung kebutuhan di lapangan, terutama terkait kesehatan mata pelajar,” ujar Ipda Adi Harry.


Ia menyebut lonjakan kebutuhan membuat target harus disesuaikan.


“Awalnya kami menargetkan 500 siswa penerima kacamata, namun setelah pemeriksaan terhadap 2.495 siswa, ternyata kebutuhan lebih tinggi. Karena itu kami tingkatkan menjadi 619 penerima,” tegasnya.


Selain itu, program juga mencakup pemberian vitamin kepada 500 siswa serta layanan cek kesehatan gratis di Klinik Pratama Polresta Banjarmasin yang telah dimanfaatkan 380 orang.


“Kami memastikan layanan kesehatan ini menjangkau pelajar dan keluarga, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” lanjutnya.


Kegiatan dilaksanakan di berbagai titik, mulai dari SDN, SMPN hingga SMAN di wilayah Banjarmasin, dengan melibatkan personel Sidokkes, Satreskrim, dan Bhabinkamtibmas.


“Kami akan terus evaluasi dan kembangkan agar jangkauannya lebih luas dan tepat sasaran,” tutupnya.


Di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan, kegiatan ini menegaskan satu hal: kebutuhan meningkat, respons pun harus diperluas.


Editor cor 

Komentar

Tampilkan

Terkini