![]() |
| Istimewa |
MEDIAWARTA.NET,SURABAYA — Dewan Pimpinan Pusat Sekber Wartawan Indonesia (DPP SWI) mengonsolidasikan kepengurusan wilayah Jawa Timur sekaligus mematangkan rencana kerja sama Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dengan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) di Surabaya, Kamis malam, 27 Agustus 2026.
Konsolidasi yang digelar di Warkop Sentral, Jalan A. Yani, Kota Surabaya, itu menjadi bagian dari persiapan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara SWI dan Unitomo yang dijadwalkan berlangsung Jumat, 28 Agustus 2026. Kerja sama tersebut diarahkan untuk penyelenggaraan UKW di wilayah timur Indonesia.
Ketua Umum DPP SWI Iskandar, S.Sos., mengatakan pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. DPP SWI juga membawa agenda pembenahan internal, khususnya struktur kepengurusan DPW SWI Jawa Timur.
“Alhamdulillah, malam ini kami berkesempatan silaturahmi dengan jajaran pengurus DPW SWI Jatim, sebelum kami melakukan MoU dengan Unitomo besok siang,” ujar Iskandar.
Menurut dia, penguatan organisasi membutuhkan struktur kepengurusan yang mampu bergerak cepat. Karena itu, DPP SWI mendorong restrukturisasi pengurus DPW SWI Jatim dengan mempertimbangkan domisili dan kemudahan koordinasi.
Iskandar menilai jarak tempat tinggal sejumlah pengurus inti selama ini menjadi salah satu kendala dalam menjalankan roda organisasi. Surabaya, sebagai ibu kota Jawa Timur, dinilai ideal menjadi titik konsolidasi kepengurusan.
“Idealnya tempat tinggal pengurus itu di Surabaya, agar komunikasi dan koordinasi bisa berjalan optimal. Ya, minimal tinggalnya beda satu atau dua kabupaten atau kota yang dekat dengan Surabaya,” katanya.
Ia berharap restrukturisasi kepengurusan yang dilakukan tahun ini tidak berhenti pada perubahan nama dan posisi. Struktur baru harus mampu menerjemahkan program organisasi menjadi kegiatan yang memiliki manfaat konkret, baik bagi anggota, pemerintah maupun masyarakat Jawa Timur.
DPP SWI juga mendorong DPW Jatim memperkuat program kerja ke dalam sekaligus membangun peran organisasi ke luar. Dengan begitu, keberadaan SWI tidak sekadar tercatat dalam struktur, tetapi benar-benar hadir dalam dinamika kehidupan pers dan masyarakat.
Ketua DPW SWI Jawa Timur Hadi Martono menyambut positif arahan tersebut. Ia mengatakan kehadiran jajaran DPP SWI menjadi pemantik bagi pengurus Jawa Timur untuk kembali memperkuat organisasi.
“Kehadiran Ketua Umum Pak Iskandar, Sekjend Pak Herry dan Kabid OKK Pak Riki ke DPW Jatim ini, melecut semangat kami untuk lebih eksis ke depannya,” ujar Hadi.
Hadi mengakui kepengurusan sebelumnya belum berjalan efektif. Salah satu persoalannya ialah domisili pengurus inti yang terpencar dan berjauhan dari Surabaya sehingga komunikasi dan koordinasi organisasi tidak berjalan maksimal.
Karena itu, ia menilai konsolidasi bersama DPP menjadi momentum penting untuk membenahi organisasi dari dalam. Restrukturisasi kepengurusan diharapkan melahirkan jajaran yang lebih solid, mudah berkoordinasi, dan mampu menjalankan program secara efektif.
“Terima kasih atas kedatangan dan arahan, serta pandangan konstruktif dari DPP terhadap DPW Jatim. Kami akan berupaya maksimal melaksanakan segala arahan yang diberikan,” kata Hadi.
Konsolidasi tersebut sekaligus menandai dua agenda SWI di Jawa Timur: membenahi mesin organisasi dan memperluas kerja sama peningkatan kompetensi wartawan melalui UKW bersama Unitomo.
Editor Cor


