-->

Kemarau Menggigit, Korem 101/Antasari Gelar Salat Istisqa

Redaksi
, Agustus 28, 2026 WIB Last Updated 2026-08-28T03:58:31Z
---


MEDIAWARTA.NET,BANJARMASIN — Ratusan prajurit, pegawai negeri sipil (PNS), dan Persit KCK Koorcabrem 101 menggelar Salat Istisqa di halaman Masjid Miftahul Jannah Korem 101/Antasari, Banjarmasin, Jumat, 28 Agustus 2026. Salat itu digelar sebagai ikhtiar spiritual meminta hujan di tengah kemarau panjang yang memperparah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan.



Salat Istisqa tersebut dihadiri Danrem 101/Ant Brigjen TNI Ilham Yunus, S.Sos., M.Si., KH Ahmad Siwiti, S.Ag., M.H.I., Ustaz Ilham Humaidi, jajaran pejabat utama Korem 101/Ant, para Dandim dan Danyonif, Dan/Ka Balak Aju Kodam XXII/TB wilayah Banjarmasin, serta keluarga besar Korem 101/Antasari.


Brigjen Ilham mengatakan Salat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar batin di tengah karhutla yang masih membara di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.


“Hari ini kita melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar batin dan munajat kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” kata Ilham.



Menurut dia, karhutla paling besar terjadi di tiga wilayah, yakni Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru. Sejumlah titik api juga masih muncul di kawasan Banjarbaru, termasuk Guntung Damar, Pengayuan, hingga kawasan hutan lindung.



Kondisi itu membuat penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara sporadis. Pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, masyarakat, dan relawan terus dikerahkan untuk menjinakkan api di tengah cuaca panas dan kering.


Ilham mengatakan kemarau panjang bukan sekadar persoalan menyusutnya ketersediaan air. Dampaknya merambat ke berbagai sektor, mulai dari meningkatnya risiko karhutla, gangguan kesehatan akibat asap dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat.


Korem 101/Antasari, kata dia, telah menjalankan sejumlah langkah pencegahan dan penanganan karhutla. Upaya itu mencakup sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, patroli terpadu, pemantauan wilayah, pemadaman melalui jalur darat, hingga dukungan operasi udara berupa water bombing dan modifikasi cuaca.


Korem juga menyiapkan pembangunan sumur bor di sejumlah titik vital untuk memperkuat ketersediaan sumber air ketika kondisi kering semakin menekan.


Editor Cor 

Mudah-mudahan munajat kita dengan beristighfar memohon ampun dan Salat Istisqa ini dikabulkan Allah SWT, turun hujan di Kalimantan Selatan,” ujar Ilham.

Salat Istisqa menjadi ikhtiar terakhir yang bersifat batin setelah berbagai langkah teknis terus dikerahkan untuk menghadapi karhutla. Di tengah langit yang lama menahan hujan, harapan kini diarahkan agar kemarau segera berakhir sebelum api dan asap menimbulkan dampak yang lebih luas.

(Pen 101)

Komentar

Tampilkan

Terkini