![]() |
| Istimewa |
Banjarmasin – Ketua DPRD Kalimantan Selatan, H. Supian HK, menunjukkan peran pentingnya sebagai wakil rakyat di tengah dua momentum besar yang mengguncang daerah. Ia tampil sebagai figur yang berani berdiri di garis depan sekaligus menunjukkan sisi humanisnya.
Pada Senin (1/9), ribuan massa aksi dari Aliansi Rakyat Kalsel Melawan mengepung Gedung DPRD Kalsel. Publik sempat meragukan apakah pimpinan dewan berani menemui massa. Namun keraguan itu dijawab tuntas: Supian HK turun langsung ke hadapan rakyat, menandatangani seluruh poin tuntutan, dan berjanji mengawal aspirasi hingga ke Senayan.
“Saya akan bawa semua tuntutan ini ke DPR RI. Kalau tidak saya tunaikan, saya siap mundur sebagai Ketua DPRD Kalsel,” tegas Supian HK disambut sorak massa.
Sikap berani ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa DPRD Kalsel tak lagi menutup mata atas suara rakyat. Banyak pihak menilai langkah Supian HK sebagai terobosan politik yang jarang dilakukan pimpinan dewan.
Hanya dua hari berselang, tragedi helikopter H-145 PK-RGH di Tanah Bumbu mengguncang Kalsel. Lagi-lagi, Supian HK tampil menyampaikan duka mendalam.
“Kami turut berbelasungkawa. Semoga keluarga korban diberi ketabahan menghadapi musibah ini,” ucapnya.
Dari jalanan demonstrasi hingga tragedi kemanusiaan, Supian HK hadir sebagai tokoh yang tak hanya bicara politik, tetapi juga menunjukkan empati. Keberanian menghadapi massa dan kepedulian pada korban bencana menegaskan posisinya sebagai sosok sentral DPRD Kalsel yang dekat dengan rakyat.
Kini, publik menunggu tindak lanjut dari janji besar Supian HK. Namun satu hal jelas, langkahnya minggu ini telah membuat namanya kembali diperhitungkan—bukan sekadar Ketua DPRD, tetapi simbol keberanian dan kepedulian rakyat Banua.
Editor redaksi

