;head> https://schema.org Bertemu Saat Banjir Rob Sei Tabuk, Kapolda Kalsel Tanggung Biaya Pengobatan Anak Yatim Piatu Korban Laka Lantas

test

Bertemu Saat Banjir Rob Sei Tabuk, Kapolda Kalsel Tanggung Biaya Pengobatan Anak Yatim Piatu Korban Laka Lantas

Redaksi
Selasa, 20 Januari 2026

Istimewa 


MEDIAWARTA.NET,Banjar — Banjir rob yang melanda Kecamatan Sei Tabuk dan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, tidak hanya menyisakan kerusakan lingkungan, tetapi juga menghadirkan kisah pilu dua anak yatim piatu korban kecelakaan lalu lintas. Kisah itu menyentuh Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., saat turun langsung meninjau lokasi banjir.



Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Kalsel bertemu dengan Felina Delfi (11), akrab disapa Adel, dan adiknya Jailani (5). Keduanya kini diasuh sang nenek setelah kedua orang tua mereka meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, tiga tahun lalu.



Tragedi itu meninggalkan luka mendalam. Adel mengalami keterbatasan fungsi tangan, sementara Jailani mengalami gangguan pada kaki yang membuatnya tidak dapat meluruskan anggota tubuhnya secara normal.



Melihat kondisi tersebut, Kapolda Kalsel langsung mengambil langkah konkret. Ia memastikan kedua anak tersebut mendapatkan pengobatan hingga operasi secara gratis di bawah tanggung jawab Polda Kalsel.



“Ini bukan sekadar pengobatan, tetapi tentang mengembalikan masa depan mereka,” tegas Kapolda Kalsel.



Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa Adel dan Jailani kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Tim dokter Polda Kalsel telah melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menentukan langkah medis terbaik.



“Untuk Adel, masih dilakukan pemeriksaan mendalam. Nantinya akan ditentukan apakah operasi bisa dilakukan di Banjarmasin atau harus dirujuk ke RS Polri Kramat Jati Jakarta,” ujar Adam.



Penanganan medis dipimpin langsung Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Muhammad El Yandiko, Sp-An-TI, M.M., MARS, QHIA. Meski kecelakaan terjadi tiga tahun lalu, kedua anak masih menyisakan fraktur yang memerlukan tindakan operasi.



Kapolda Kalsel menegaskan, seluruh proses pengobatan akan dikawal hingga keduanya kembali pulih.



“Kita ingin mereka punya masa depan yang lebih baik. Itu tanggung jawab moral kita bersama,” ujarnya.



Tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, Polda Kalsel juga memberikan perhatian pada aspek psikologis. Bhayangkari Daerah Kalsel turun langsung memberikan trauma healing sebelum tindakan operasi dilakukan.



Dengan pendekatan komunikasi yang lembut dan penuh empati, Bhayangkari berupaya mengurangi rasa takut, cemas, dan duka mendalam yang masih membekas pada diri Adel dan Jailani.



Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Ny. Yennie Rosyanto Yudha, menyampaikan harapannya agar kedua anak tersebut segera pulih, baik secara fisik maupun mental.



“Semoga mereka diberikan kesembuhan, kekuatan, dan trauma akibat kehilangan orang tua dapat perlahan teratasi,” ucapnya.



Ke depan, Kapolda Kalsel bersama Pejabat Utama Polda Kalsel dan Bhayangkari Daerah Kalsel akan mendiskusikan langkah lanjutan terkait masa depan Adel dan Jailani.



Kepedulian ini pun mendapat apresiasi dari pihak keluarga. Saat ini, fokus utama adalah perawatan intensif sebelum kedua anak tersebut menjalani tindakan operasi sebagai awal perjalanan mereka menuju pemulihan dan harapan baru.

Related Posts