MEDIAWARTA.NET,Jakarta — Isu perombakan besar Kabinet Merah Putih kembali mencuat. Presiden Prabowo Subianto disebut-sebut akan mengganti hingga 10 menteri dalam waktu dekat. Kabar ini beredar luas di ruang publik dan media sosial, seiring sorotan terhadap kinerja kabinet yang telah berjalan lebih dari satu tahun (27/01/2026).
Namun hingga saat ini, Istana Kepresidenan belum mengonfirmasi rencana tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa tidak ada pengumuman resmi terkait pergantian menteri.
Juru Bicara Kantor Komunikasi Presiden Philips J. Vermonte menegaskan bahwa Istana memilih tidak berspekulasi.
“Kami tidak memiliki tanggapan apa pun mengenai isu reshuffle. Yang perlu diingat, reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden,” kata Vermonte, dikutip Bloomberg Technoz.
Isu pergantian 10 menteri sebelumnya juga muncul setelah lembaga riset CELIOS merilis evaluasi kinerja satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran. Dalam laporannya, CELIOS menyebut terdapat rapor merah terhadap kinerja sejumlah kementerian dan mengusulkan agar 10 menteri dievaluasi atau diganti. Rekomendasi tersebut kemudian memicu spekulasi reshuffle besar.
Meski demikian, rekomendasi tersebut bukan keputusan pemerintah. Hingga kini, Istana tidak pernah menyebut angka ataupun daftar nama menteri yang akan diganti.
Dalam catatan pemerintahan, Presiden Prabowo memang telah beberapa kali melakukan reshuffle kabinet. Pada 8 September 2025, Prabowo mengganti sejumlah menteri strategis. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat itu menyatakan bahwa perubahan dilakukan setelah evaluasi menyeluruh.
“Atas berbagai pertimbangan dan evaluasi yang dilakukan terus-menerus oleh Bapak Presiden, diputuskan adanya perubahan susunan Kabinet Merah Putih pada beberapa jabatan kementerian,” ujar Prasetyo, dikutip Detik.com.
Namun, reshuffle yang telah dilakukan sebelumnya tidak pernah sekaligus mengganti 10 menteri dalam satu waktu. Perubahan kabinet dilakukan bertahap sesuai kebutuhan pemerintahan.
Pengamat menilai isu pergantian 10 menteri mencerminkan dinamika politik dan tekanan publik terhadap kinerja kabinet, namun tanpa pernyataan resmi dari Presiden, kabar tersebut masih bersifat spekulatif.
Hingga berita ini diturunkan, Kabinet Merah Putih masih bekerja normal, dan tidak ada agenda pelantikan menteri baru yang diumumkan secara resmi oleh Istana Kepresidenan.
Editor Cor

