BANJARBARU – Suasana akrab mewarnai kegiatan Polri Menyapa Ojek Online Banua yang digelar di La Tare Joglo Resto Cafe n Gallery, kawasan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Rabu (7/4/2026) sore.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dan Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, didampingi jajaran pejabat utama, termasuk Dir Kamsel Korlantas Polri Brigjen Pol Prianto serta unsur pimpinan Polda Kalsel. Hadir pula para koordinator lapangan komunitas ojek online seperti Gojek, Shopee, Maxim, dan lainnya.
Agenda ini diinisiasi oleh Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol M. Fahri Siregar sebagai upaya memperkuat kemitraan antara kepolisian dan mitra pengemudi ojek online di Banua.
Dalam arahannya, Kakorlantas menegaskan komitmen program Polantas Menyapa dan Melayani sebagai pendekatan humanis Polri kepada masyarakat, khususnya komunitas ojol. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi berkelanjutan, tidak semata hubungan di jalan raya.
Fokus utama, kata dia, adalah menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas yang masih tinggi. Pengemudi ojol diminta disiplin, tidak melawan arus, serta menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan atribut berkendara lengkap, termasuk memastikan penumpang juga terlindungi.
Selain itu, Kakorlantas mengungkapkan rencana distribusi perangkat ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) ke seluruh Polres guna mendukung penegakan hukum berbasis teknologi. Pendekatan preventif dan edukatif akan diutamakan, seiring penguatan inovasi seperti gagasan shelter ojol dan bengkel ojol untuk menunjang aktivitas pengemudi di lapangan. Kemudahan layanan pembuatan SIM bagi komunitas ojol juga menjadi perhatian khusus.
Sementara itu, Kapolda Kalsel menyampaikan apresiasi kepada para pengemudi ojol yang dinilai berperan penting dalam pelayanan masyarakat sekaligus menjaga ketertiban lalu lintas.
Ia menegaskan pertemuan ini menjadi ruang terbuka bagi para mitra ojol untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada kepolisian.
Kapolda mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, larangan menggunakan ponsel saat berkendara, serta kewajiban memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.
Menanggapi aspirasi terkait kebutuhan tempat istirahat, Kapolda langsung menginstruksikan jajarannya untuk memfasilitasi solusi, termasuk pengadaan shelter guna menghindari penumpukan pengemudi di bahu jalan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
Ia juga mendorong peran aktif komunitas ojol dalam menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan potensi gangguan kamtibmas.
“Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Polri siap mendukung keamanan dan kelancaran para pejuang jalanan,” tegas Kapolda.

