MEDIAWARTA.NET, Banjarmasin — Citra aparat kembali dipertaruhkan. Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan akhirnya buka suara setelah video seorang perwira menengah merokok sambil mengemudi viral di media sosial. Permintaan maaf disampaikan, namun publik menunggu bukti ketegasan, bukan sekadar klarifikasi.
“Kami secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas perilaku anggota tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi, Selasa.
Pernyataan itu muncul setelah gelombang kritik publik menguat. Dalam video yang beredar luas, seorang anggota Polri berpangkat AKBP tampak santai merokok di balik kemudi. Tak hanya itu, ia juga terlihat tidak mengenakan sabuk pengaman—pelanggaran kasat mata terhadap aturan lalu lintas yang seharusnya ditegakkan, bukan justru dilanggar.
Situasi makin menyulut amarah publik ketika dalam rekaman tersebut, sang perwira merespons teguran pengendara lain dengan nada meremehkan. Alih-alih mengakui kesalahan, ia justru melontarkan komentar bahwa penegur “cemburu”.
Polda Kalsel mengklaim telah bergerak cepat. Adam menyebut Bidang Propam telah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
“Anggota yang terindikasi melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi sesuai ketentuan internal Polri,” katanya.
Namun, publik tidak hanya menyoroti tindakan individu, melainkan juga konsistensi penegakan disiplin di tubuh institusi. Perilaku sembrono di ruang publik oleh aparat penegak hukum dinilai mencederai kepercayaan masyarakat—terlebih ketika dilakukan oleh perwira berpangkat tinggi.
Kasus ini menjadi pengingat keras: aturan lalu lintas berlaku untuk semua, tanpa kecuali. Termasuk mereka yang seharusnya menjadi teladan di jalan raya.
Wrinter chan
Editor Cor

