MEDIAWARTA.NET BANJARMASIN — Pemerintah Kota Banjarmasin merombak struktur birokrasi. Sebanyak 21 pejabat, termasuk tujuh kepala dinas setingkat eselon II, dirotasi dalam satu langkah yang diklaim sebagai penguatan mesin pemerintahan.
Pelantikan berlangsung di Aula Kayuh Baimai, Balai Kota, Senin, dipimpin langsung Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota Hj Ananda. Sumpah jabatan diucapkan, kursi bergeser, dan peta kekuasaan birokrasi pun berubah.
Nama-nama kunci ikut bergulir. Suri Sudarmadiyah meninggalkan kursi Kepala Dinas PUPR dan kini memimpin Bappeda Litbang. Windiasti Kartika bergeser dari Kominfo ke Dinas Perpustakaan dan Arsip. Yusna Irawan dipindah dari Disdukcapil ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.
Perputaran berlanjut. M Helfiannoor kini memegang Disdukcapil. Ikhsan Alhaq naik menjadi Asisten Administrasi Umum Setdako. Chandra Iriadhy Wijaya mengisi kursi panas di Dinas PUPR, sementara Ahmad Syauki berpindah ke Dinas Pengendalian Penduduk, KB, dan Pemberdayaan Masyarakat.
Wali Kota menegaskan, rotasi ini bukan sekadar formalitas.
“Kami Ini langkah strategis agar birokrasi lebih efektif, responsif, dan berdampak langsung ke masyarakat,” ujarnya (04/05/2026)
Tiga pesan ditegaskan: integritas, kinerja terukur, dan keberanian mengambil keputusan. Ia mengingatkan, jabatan bukan ruang aman untuk bermain kuasa.
“Birokrasi harus berani mengambil keputusan dengan perhitungan matang dan penuh tanggung jawab, bukan ragu-ragu,” kata dia.
Peringatan juga disampaikan: penyalahgunaan kewenangan adalah garis merah. Kepercayaan publik, kata dia, jauh lebih mahal daripada kursi jabatan.
Kini, publik menunggu. Apakah rotasi ini benar-benar mempercepat pelayanan, atau sekadar mutasi rutin tanpa arah.
Editor Cor

