![]() |
| Istimewa |
MEDIAWARTA.NET,BANJARBARU — Polda Kalimantan Selatan mengerahkan 350 personel gabungan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu, 26 Agustus 2026. Api yang membakar area sekitar 900 hektare ditangani secara estafet dengan dukungan TNI, BPBD, pemerintah daerah, perusahaan, dan relawan.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M., mengatakan Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin penguatan penanganan di kawasan tersebut.
Ratusan personel dibagi dalam tiga shift untuk memastikan operasi pemadaman berlangsung tanpa terputus. Namun, medan dan keterbatasan sumber air menjadi persoalan paling krusial.
“Kendala utama kita di sini memang ketersediaan air. Hari ini alhamdulillah sudah ditemukan satu titik sumber air dengan debit cukup besar,” ujar Rosyanto saat didampingi Wamenko Pangan RI, Gubernur Kalsel, dan Danrem 101/Antasari.
Untuk mengejar titik api yang terus bergerak, petugas menyiapkan kolam bioflok portable sebagai penampungan air bergerak. Enam unit dari target awal 10 kolam berkapasitas 12.000 liter telah siap digunakan.
Jumlah tersebut masih akan ditambah. Berdasarkan hasil koordinasi, penampungan air portable itu diarahkan berkembang hingga 144 unit agar pasokan air dapat lebih dekat dengan lokasi kebakaran.
Strategi pemadaman tidak hanya mengandalkan serangan langsung ke titik api. Polisi dan pemerintah daerah juga mulai menyiapkan langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali berulang ketika kemarau semakin panjang.
Akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dilibatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan pemilik lahan, termasuk mendorong pembuatan biopori. Cara ini diharapkan mampu menjaga kelembapan tanah bagian bawah dan mengurangi risiko lahan kembali terbakar.
Dukungan logistik juga disiapkan untuk menjaga stamina petugas di lapangan. Dua dapur lapangan serta fasilitas pengolahan air minum atau water treatment telah didirikan di Pengayuan dan Guntung Damar.
Dengan pengerahan ratusan personel, penambahan sumber air, serta pola pemadaman estafet, Polda Kalsel berupaya memutus kobaran karhutla Pengayuan sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Editor Cor


