-->

UGD Puskesmas Sungai Ulin Kosong Saat Pasien Kritis

Redaksi
, Agustus 27, 2026 WIB Last Updated 2026-08-27T07:39:12Z
---

 

Istimewa 


MEDIAWARTA.NET,BANJARBARU – Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Sungai Ulin, Kota Banjarbaru, diduga tanpa petugas saat seorang pasien berusia 61 tahun membutuhkan pertolongan medis darurat pada Kamis, 27 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 WITA. Pasien yang mengalami kejang hebat hingga mulut berbusa itu akhirnya dibawa kembali untuk mencari pertolongan di fasilitas kesehatan lain.


Pasien tersebut diketahui bernama Suratmin, 61 tahun. Ia mendadak mengalami kejang-kejang hebat saat bekerja. Rekannya, Ahmad Aini, 45 tahun, kemudian bergegas membawa Suratmin ke Puskesmas Sungai Ulin dengan harapan mendapat penanganan segera.


Namun setibanya di UGD, Ahmad dan warga yang mengantar pasien disebut tidak menemukan petugas medis yang berjaga. Ruangan yang semestinya menjadi pintu pertama penyelamatan pasien dalam kondisi darurat justru dilaporkan kosong.


Ironisnya, dari area UGD terdengar suara musik ketika pasien dalam kondisi kritis membutuhkan pertolongan.


Situasi tersebut membuat pengantar pasien panik. Alih-alih memperoleh tindakan medis, mereka terpaksa membawa Suratmin kembali untuk mencari layanan kesehatan di tempat lain.


“Waktu sangat berharga bagi nyawa pasien. Bagaimana mungkin ruang UGD yang seharusnya menjadi garda terdepan penyelamatan nyawa bisa kosong?” ujar seorang warga yang berada di lokasi.


Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap sistem kesiapsiagaan pelayanan kesehatan di Puskesmas Sungai Ulin. UGD bukan sekadar ruangan dengan papan nama, melainkan fasilitas yang dituntut siap memberikan respons ketika pasien datang dalam kondisi darurat.


Jika dugaan tersebut terbukti, persoalannya bukan lagi sekadar soal petugas yang tidak berada di tempat. Ada pertanyaan lebih besar mengenai sistem piket, pengawasan, hingga standar pelayanan kegawatdaruratan di fasilitas kesehatan tersebut.


Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru juga patut memberikan penjelasan mengenai kejadian ini. Publik berhak mengetahui mengapa fasilitas yang semestinya siaga justru diduga tidak memiliki petugas ketika seorang pasien membutuhkan pertolongan.


Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada Puskesmas Sungai Ulin dan Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru mengenai kejadian tersebut, termasuk alasan tidak adanya petugas di UGD pada saat pasien datang.


Sebab dalam situasi darurat, keterlambatan bukan sekadar persoalan pelayanan. Beberapa menit dapat menjadi batas antara tertolong dan terlambat.


Editor Cor 

Komentar

Tampilkan

Terkini