-->

Polda Kalsel Suntik Gambut dengan Cairan Nabati, Bara Karhutla Diburu dari Bawah Tanah

Redaksi
, Agustus 31, 2026 WIB Last Updated 2026-08-31T02:23:39Z
---

 

Istimewa 

MEDIAWARTA.NET,BANJARBARU — Polda Kalimantan Selatan menguji metode baru untuk menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Guntung Damar, Banjarbaru, Minggu sore, 30 Agustus 2026. Di bawah komando Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, polisi menyuntikkan cairan pemadam berbahan dasar minyak nabati Methyl Ester Sulfonate (MES) langsung ke lapisan gambut untuk memburu bara yang bersembunyi di bawah permukaan tanah.


Uji coba itu dilakukan karena memadamkan api di gambut tak cukup dengan mengguyur permukaan. Bara dapat bertahan di bawah tanah, kemudian muncul kembali ketika permukaan terlihat telah padam.


Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M., mengatakan cairan tersebut merupakan hasil pengembangan dan penelitian Laboratorium Forensik Polda Kalsel. Cairan diuji dengan memanfaatkan kolam bioflok sebagai penampungan air dan cairan pemadam di sekitar lokasi kebakaran.


Metodenya berbeda dari pemadaman konvensional. Air dan cairan khusus dialirkan melalui pipa suntik yang diarahkan langsung ke lapisan gambut. Sasaran utamanya adalah material terbakar dan bara panas yang sulit dijangkau dari permukaan.


Menurut Nur Khamid, Kapolda Kalsel menyampaikan metode tersebut mampu menurunkan suhu gambut secara cepat sekaligus menghentikan asap dari bawah permukaan.


Cairan berbahan MES itu bekerja dengan membantu menghambat suplai oksigen pada material yang terbakar. Dengan begitu, bara yang selama ini menjadi musuh utama pemadaman gambut dapat ditekan dari sumbernya, bukan sekadar dibasahi dari atas.


Masalah lain adalah jauhnya sumber air dari titik api. Kondisi tersebut membuat mobilisasi air menjadi lamban dan pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang.


Polda Kalsel kemudian mengombinasikan dua pendekatan: pipa suntik untuk menyerang bara di dalam gambut dan kolam bioflok sebagai penyangga pasokan air di dekat lokasi kebakaran.


Hasil awal uji coba menunjukkan perubahan cepat. Beberapa titik gambut yang sebelumnya membara dilaporkan mengalami penurunan suhu dalam hitungan detik setelah cairan disuntikkan. Asap yang keluar dari bawah permukaan juga berhenti.


Namun Polda Kalsel belum berhenti pada uji coba. Aparat kini memetakan wilayah rawan serta menghitung kebutuhan air dan volume cairan pemadam apabila metode tersebut diterapkan pada area yang lebih luas.


Kawasan Guntung Damar dan Desa Pengayuan menjadi salah satu wilayah yang diperhitungkan. Kedua kawasan itu menghadapi persoalan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan, sehingga api kerap kembali setelah terlihat padam.


Metode baru tersebut masih akan dievaluasi dan dikembangkan. Jika hasil pengujian konsisten, teknologi berbahan nabati itu berpeluang menjadi salah satu senjata tambahan Polda Kalsel menghadapi karhutla—terutama untuk perang melawan bara yang tidak terlihat, tetapi terus mengancam dari dalam tanah.


Editor Cor 

Komentar

Tampilkan

Terkini