;head> https://schema.org Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Refleksi, Kapolda Kalsel Santuni Anak Yatim dan Apresiasi Peran Media

test

Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Refleksi, Kapolda Kalsel Santuni Anak Yatim dan Apresiasi Peran Media

Redaksi
Sabtu, 28 Februari 2026

 


MEDIAWARTA.NET, BANJARBARU — memperingati Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah dengan menggelar buka puasa bersama anak yatim dan organisasi media di Auditorium Bhara Daksa, Banjarbaru, Kamis (26/2/2026) sore. Acara berlangsung khidmat, namun sarat pesan moral tentang integritas dan pelayanan publik.


Hadir dalam kegiatan itu penceramah nasional , Kapolda Kalsel , jajaran pejabat utama Polda, Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren, hingga perwakilan organisasi media. Puluhan anak yatim duduk di barisan depan, menjadi pusat perhatian dalam rangkaian acara tersebut.


Dalam sambutannya, Rosyanto menegaskan peringatan Nuzulul Qur’an tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Ia menyebut turunnya Al-Qur’an harus dimaknai sebagai dorongan memperkuat keimanan sekaligus memperbaiki kualitas pengabdian aparat.


“Momen ini menjadi pengingat agar nilai-nilai Al-Qur’an kita implementasikan dalam tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujarnya di hadapan undangan.


Baginya, profesionalisme dan ketakwaan bukan dua hal yang terpisah. Pelayanan publik, kata dia, harus berdiri di atas integritas moral. Pesan itu disampaikan di tengah suasana Ramadan yang identik dengan refleksi dan pembenahan diri.


Puncak acara ditandai pemberian santunan secara simbolis kepada anak yatim oleh Kapolda, Wakapolda, Irwasda, dan unsur Forkopimda. Tali asih itu bukan sekadar bantuan materi, melainkan simbol kepedulian sosial institusi kepolisian.


Di sela kegiatan keagamaan, Kapolda juga meresmikan hasil renovasi Auditorium Bhara Daksa serta rumah dinas Kapolda di Banjarbaru. Peresmian ditandai penandatanganan prasasti, disaksikan unsur Forkopimda. Ia berharap fasilitas yang lebih representatif itu menunjang kegiatan kedinasan sekaligus kemasyarakatan.


Tak hanya bicara internal institusi, Rosyanto memberi ruang khusus untuk menyampaikan apresiasi kepada insan pers. Ia menyebut media sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Peran media sangat vital dalam menyampaikan informasi yang akurat dan mendidik. Sinergi ini penting untuk menjaga Kalimantan Selatan tetap aman dan kondusif,” katanya.


Buka puasa bersama kemudian menjadi ruang cair yang mempertemukan aparat, ulama, tokoh masyarakat, dan jurnalis dalam satu meja silaturahmi. Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak, momentum seperti ini menjadi penanda bahwa komunikasi lintas elemen tetap dirawat.


Ramadan, dalam konteks itu, bukan hanya ritual spiritual, melainkan juga panggilan etis—bagi aparat negara, bagi media, dan bagi seluruh elemen masyarakat—untuk menjaga kepercayaan publik di Banua.


Editor Cor 

Related Posts