;head> https://schema.org Iuran Kurban SMAN 5: “Sukarela”, Tapi Ada Target dan Cicilan

test

Iuran Kurban SMAN 5: “Sukarela”, Tapi Ada Target dan Cicilan

Redaksi
Jumat, 24 April 2026


Ilustrasi 


MEDIAWARTA.NET, BANJARMASIN-Polemik iuran kurban di SMAN 5 Banjarmasin mencuat setelah keluhan wali murid dan pengakuan siswa beredar. Di satu sisi disebut sukarela, di sisi lain muncul angka dan skema yang terasa seperti ketentuan.


Seorang wali murid menyebut ada target Rp1 juta per kelas dengan setoran minimal Rp30 ribu per siswa. “Dalihnya untuk pembelajaran, tapi bagi yang kurang mampu ini sangat memberatkan. Banyak yang merasa terpaksa,” ujarnya.


Pengakuan itu diperkuat siswa. “Memang ada target per kelas. Bayarnya bisa dicicil, minggu ini Rp15 ribu, minggu depan Rp15 ribu,” kata seorang siswa kelas 10.


Di sejumlah kelas, status iuran justru diperdebatkan. “Sempat voting di kelas, mau wajib atau tidak,” ujar siswa lainnya.


Kepala SMAN 5 Banjarmasin, Mukhlis Takwin, membantah adanya kewajiban. 

“Sekolah tidak pernah meminta sumbangan kepada orang tua. Kalau ada yang memaksa, itu jelas tidak benar,” tegasnya melalui pesan whasapp (24/04/2026).


Ia menekankan kegiatan tersebut bukan program sekolah yang mewajibkan. “Ini inisiatif siswa melalui OSIS, sifatnya sukarela,” katanya.


Dalam klarifikasi resminya, pihak sekolah menjelaskan duduk perkara kegiatan tersebut. 


“Kegiatan ini merupakan inisiatif OSIS yang ingin berpartisipasi dalam acara kurban yang rutin dilaksanakan oleh guru dan tenaga kependidikan,” tulis pihak sekolah.


“Rencananya OSIS akan menyembelih satu ekor sapi ukuran sedang, kemudian dagingnya diolah bersama, dimasak di kelas untuk dimakan sebagai bentuk kebersamaan,” lanjutnya.


Sekolah juga menepis isu iuran wajib. “Pemberitaan yang menyebutkan sekolah mewajibkan siswa mengumpulkan iuran adalah salah dan tidak sesuai fakta,” tegasnya.


“Selama ini kegiatan kurban dilaksanakan mandiri oleh guru dan TU menggunakan dana sendiri. Tidak ada niat maupun upaya membebani siswa,” tambah pihak sekolah.


Sekolah meminta publik tidak langsung percaya informasi yang beredar. 

“Jika menerima informasi serupa, kami mohon dapat mengonfirmasi langsung ke pihak sekolah untuk mendapatkan kejelasan,” tulisnya saat dikonfirmasi melalui whasapp


Pernyataan resmi sudah disampaikan. Namun di lapangan, pengakuan soal target, nominal, dan skema cicilan tetap menjadi bagian dari polemik yang belum sepenuhnya reda.


wrinter chan

Related Posts