;head> https://schema.org Kalsel Segera Miliki Kodam Lambung Mangkurat, Groundbreaking Dimulai

test

Kalsel Segera Miliki Kodam Lambung Mangkurat, Groundbreaking Dimulai

Redaksi
Rabu, 06 Mei 2026

 


Mayjen TNI Zainul Arifin, usai kegiatan olahraga bersama insan pers di Banjarmasin


MEDIAWARTA.NET Banjarmasin — Provinsi Kalimantan Selatan dipastikan segera memiliki Komando Daerah Militer (Kodam) sendiri. Markas tersebut rencananya akan diberi nama Kodam Lambung Mangkurat, menghidupkan kembali identitas historis militer di Banua.


Kepastian itu disampaikan Pangdam XII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, usai kegiatan olahraga bersama insan pers di Banjarmasin, Selasa. Ia menegaskan, proses awal pembangunan akan dimulai melalui peletakan batu pertama atau groundbreaking yang dijadwalkan berlangsung Rabu (6/5).


“Besok kita akan groundbreaking bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk pembangunan Makodam. Insya Allah akan dihadiri langsung oleh Wakasad,” ujar Zainul.


Pembentukan Kodam di Kalsel merupakan bagian dari Rencana Strategis TNI Angkatan Darat, yang menargetkan setiap provinsi memiliki komando teritorial sendiri. Saat ini, wilayah Kalsel masih berada di bawah kendali Kodam XII/Tambun Bungai yang bermarkas di Palangka Raya.


Zainul menyebut, sejak ditunjuk sebagai Pangdam tahun lalu, ia mendapat mandat khusus untuk menyiapkan pembentukan Kodam di Kalsel. Persiapan disebut sudah matang, termasuk soal lahan dan skema pembiayaan.


“Kami sudah komunikasi intens dengan gubernur. Lahan dan anggaran sudah dialokasikan. Skemanya sinergi, setengah dari pemerintah daerah dan setengah dari pusat,” katanya.


Soal penamaan, TNI AD mengusulkan nama Kodam Lambung Mangkurat ke pemerintah pusat. Nama tersebut dinilai memiliki nilai historis kuat dan mencerminkan aspirasi masyarakat Kalimantan Selatan.


“Kita tidak boleh lupa sejarah. Dulu memang ada Kodam Lambung Mangkurat di Kalsel. Nama itu kita usulkan kembali agar marwah pahlawan tetap terjaga,” ujarnya.


Tak hanya aspek pertahanan, keberadaan Kodam baru diyakini akan memberi efek ekonomi signifikan. Pangdam mencontohkan percepatan pertumbuhan di Kalimantan Tengah pasca berdirinya Kodam di wilayah tersebut.


Selain pembangunan Makodam, TNI AD juga mengembangkan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) di setiap kabupaten. Saat ini sudah terbentuk empat batalyon di Kalsel, dan jumlahnya akan terus ditambah.


“Setiap batalyon sekitar seribu personel. Kalau satu orang bergaji minimal Rp5 juta, bisa dibayangkan perputaran uang di daerah. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Zainul.


Ia juga mengajak media untuk terus berperan aktif menjaga stabilitas informasi dan pembangunan di daerah.


Pembangunan Makodam Lambung Mangkurat ditargetkan rampung pada 2027. Kehadiran komando mandiri ini diharapkan memperkuat koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas dan mendorong kemajuan Kalimantan Selatan.


Editor Cor 

Related Posts