MEDIAWARTA.NET,BANJARMASIN – Senja di kawasan Mako Ditlantas Km 21 berubah hangat. Di tengah arus kendaraan yang melambat menjelang azan, seribu paket takjil berpindah tangan. Dibagikan cuma-cuma oleh jajaran bersama Bhayangkari, Jumat sore itu menjadi panggung kecil kebersamaan aparat, mahasiswa, dan pengemudi ojek online (28/02/2026).
Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan hadir langsung didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel Ny. Yennie Rosyanto Yudha. Sejumlah pejabat utama dan pengurus Bhayangkari turut menyemarakkan kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama para mahasiswa dan pengemudi ojol.
Sebanyak 1.000 paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan, dengan prioritas pengemudi ojol dan warga yang melintas di sekitar Km 21. Menu yang dibagikan bukan sembarang hidangan. Produk tersebut berasal dari Green House Bhayangkari dan diolah langsung oleh personel Satbrimob di dapur lapangan—menghadirkan sentuhan kemandirian sekaligus pemberdayaan internal.
Melalui Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi, Irwasda Kombes Pol Alfis Suhaili yang mewakili Kapolda menyebut kegiatan ini sebagai ruang silaturahmi yang perlu dirawat.
“Pembagian takjil ini ditujukan khususnya kepada pengemudi ojol dan pengendara di sekitar Km 21. Selain berbagi, agenda hari ini juga dilanjutkan dengan buka puasa bersama mahasiswa dan rekan-rekan ojol untuk membangun hubungan yang positif,” ujarnya.
Di lokasi berbeda, kegiatan serupa berlangsung di Banjarbaru. Wakapolda Brigjen Pol Dr. Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi memimpin langsung pembagian takjil di kampus terbesar di Kalimantan Selatan itu, memperluas jangkauan kegiatan hingga ke ruang-ruang akademik.
Antusiasme warga terlihat dari barisan pengendara yang tertib menerima paket berbuka. Kehadiran mahasiswa menambah nuansa kolaboratif—bahwa Ramadhan tak hanya tentang ibadah personal, tetapi juga solidaritas sosial.
Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ferry Setiady yang hadir menyampaikan apresiasi. Ia menilai pelibatan mahasiswa menjadi penanda pendekatan humanis kepolisian. “Kami berterima kasih telah dilibatkan. Harapannya, kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di momen Ramadhan saja, tapi terus berlanjut di kesempatan lainnya,” ujarnya.
Bagi Polda Kalsel, seribu paket takjil itu bukan sekadar angka. Ia menjadi simbol pesan yang lebih luas: membangun kepercayaan melalui tindakan sederhana, di waktu yang tepat—menjelang azan, ketika lapar dan harap bertemu dalam satu senja.
Editoer Cor

