MEDIAWARTA.NET , BARITO KUALA – Jembatan penghubung RT 11–RT 13 di Desa Tatah Mesjid, Kecamatan Alalak, akhirnya berdiri dan resmi digunakan. Senin (20/4/2026), Sekretaris Daerah Barito Kuala, Zulkipli Yadi Noor, meresmikannya di hadapan perangkat desa dan warga yang berkerumun sejak pagi.
Bukan sekadar proyek fisik, jembatan sepanjang 41 meter dengan lebar 1,85 meter itu menjadi jawaban atas akses yang selama ini tersendat—terutama saat hujan mengubah jalur lama menjadi kubangan.
Dibangun dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026 senilai Rp112.110.000, infrastruktur ini disebut sebagai bukti bahwa anggaran desa bisa tepat guna—jika dikelola tanpa main-main.
“Pembangunan seperti ini strategis. Ia menggerakkan ekonomi desa dan langsung menyentuh kebutuhan warga,” kata Zulkipli dalam sambutannya.
Kepala Desa Tatah Mesjid, Merry Apriansyah, tak menampik proyek ini lahir dari kebutuhan mendesak. Ia menyebut jembatan itu sebagai hasil gotong royong—bukan hanya dalam pengerjaan, tapi juga dalam menjaga manfaatnya ke depan.
“Ini bukan sekadar penghubung wilayah, tapi penghubung kepentingan warga,” ujarnya.
Peresmian terasa lebih personal. Hari itu bertepatan dengan ulang tahun sang kepala desa. Namun di lapangan, yang lebih dirayakan warga adalah putusnya kesulitan lama: akses sempit, licin, dan rawan, kini berganti jalur yang lebih pasti.
Bagi petani, pedagang, hingga anak sekolah, jembatan ini berarti waktu tempuh yang lebih singkat dan risiko yang berkurang. Desa tak lagi terbelah oleh jarak.
Pemerintah desa menaruh harap: pembangunan tak berhenti di sini. Sebab bagi warga, satu jembatan bukan akhir—melainkan awal dari konektivitas yang selama ini tertunda.
Editor Cor

