MEDIAWARTA.NET TANAH LAUT — Satuan Samapta Polres Tanah Laut mengintensifkan patroli dialogis di titik-titik keramaian. Pasar, terminal, hingga area parkir menjadi fokus. Langkah ini bukan tanpa alasan: potensi kejahatan jalanan masih mengintai.
Rabu (22/4), patroli dipimpin Kasat Samapta AKP Haryadi. Sejumlah lokasi disisir, mulai dari Pasar Tapandang Berseri, eks Terminal Tanah Abang, hingga Pasar Parabola. Aktivitas warga yang padat dinilai rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Targetnya jelas. Polisi membidik tindak pidana 3C—pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor)—serta praktik premanisme yang meresahkan.
Di lapangan, personel tak sekadar berpatroli. Mereka berdialog langsung dengan pedagang, pengunjung, hingga juru parkir. Pesan kamtibmas disampaikan, kewaspadaan ditekankan. Polisi juga mendorong partisipasi warga untuk ikut menjaga lingkungan.
Imbauan disuarakan berulang: waspadai barang bawaan, pastikan kendaraan terkunci, dan segera laporkan jika ada aktivitas mencurigakan.
AKP Haryadi menegaskan, patroli dialogis adalah strategi pencegahan. “Kehadiran polisi di ruang publik bukan sekadar formalitas. Ini upaya mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memberi rasa aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, intensifikasi patroli akan terus dilakukan. Fokusnya tetap sama: menekan angka kejahatan di pusat aktivitas masyarakat. “Kami butuh peran aktif masyarakat. Keamanan bukan hanya tugas polisi,” katanya.
Editor Cor

