MEDIAWARTA.NET, Tanah Laut — Tala Education Expo 2026 bukan sekadar ajang pameran pendidikan. Di ruang terbuka RTH Kijang Mas, Pelaihari, agenda ini berubah menjadi panggung konsolidasi: pemerintah, aparat, dan masyarakat dipertemukan dalam satu tujuan—memastikan pendidikan tidak lagi timpang.
Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2026 itu mengusung tema kolaboratif. Namun di balik slogan “SPMB berkeadilan”, publik menunggu lebih dari sekadar seremoni—yakni langkah konkret yang benar-benar menjangkau semua lapisan.
Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, hadir bersama Ketua Bhayangkari Ny. Melda Ricky Boy. Kehadiran aparat kepolisian dalam forum pendidikan ini memberi sinyal bahwa isu pendidikan tak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari stabilitas sosial jangka panjang.
“Momentum ini harus dimanfaatkan serius. Pendidikan adalah fondasi utama membangun generasi unggul dan berkarakter,” tegas Kapolres.
Pernyataan itu sekaligus menjadi pengingat: kualitas pendidikan bukan hanya urusan dinas terkait, melainkan tanggung jawab lintas sektor. Ia menekankan perlunya sinergi nyata—bukan sekadar jargon—antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, aparat keamanan, hingga masyarakat.
Di sisi lain, expo ini memang menyedot perhatian. Beragam lembaga pendidikan memamerkan program unggulan dan inovasi. Antusiasme pengunjung tinggi. Namun pertanyaannya tetap menggantung: apakah inovasi itu mampu menjawab persoalan mendasar—akses, pemerataan, dan kualitas?
Bupati Tanah Laut H. Rahmat bersama jajaran Forkopimda turut hadir, memperkuat pesan bahwa komitmen politik terhadap pendidikan sedang diuji di ruang publik.
Tala Education Expo 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai etalase prestasi. Lebih dari itu, agenda ini harus menjadi titik tekan—bahwa pendidikan berkeadilan bukan slogan tahunan, melainkan pekerjaan rumah yang belum selesai.

