MEDIAWARTA.NET Tanah Laut — Satuan Binmas Polres Tanah Laut turun langsung ke Rutan Kelas IIB Pelaihari. Bukan sekadar apel seremonial, tapi membekali petugas dengan teknik pengamanan—dari pegangan dasar hingga penggunaan borgol—serta memeriksa kelayakan senjata api dan amunisi, Selasa (20/4).
Kegiatan dipimpin Kasat Binmas AKP Mujiyono, didampingi Kepala Rutan, dan diikuti sekitar 30 petugas. Apel bersama menjadi pembuka, menegaskan sinergi yang kerap digaungkan, namun kali ini diikuti latihan praktis yang menyasar titik rawan pengamanan di lingkungan rutan.
Di lapangan, personel Binmas mengajarkan teknik pegangan 1 dan 2—prosedur dasar melumpuhkan tanpa memicu eskalasi. Materi berlanjut pada penggunaan borgol secara tepat, alat sederhana yang kerap jadi penentu saat situasi mendadak berubah. Pemeriksaan senjata api dan amunisi turut dilakukan untuk memastikan standar keamanan dan kesiapsiagaan tidak sekadar administratif.
Mujiyono menegaskan, pembekalan ini bukan formalitas. “Fokus kami pada teknik pengamanan, penggunaan borgol, serta pengecekan senpi dan amunisi agar petugas siap menghadapi potensi gangguan,” ujarnya.
Di balik latihan itu, tersirat pesan yang lebih keras: rutan bukan ruang steril dari risiko. Tanpa keterampilan dan peralatan yang laik, celah sekecil apa pun bisa berujung pada gangguan keamanan. Polisi mendorong agar kerja sama dengan pihak rutan tidak berhenti pada agenda rutin, melainkan berlanjut pada peningkatan kapasitas yang terukur.
Targetnya jelas—situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Namun, ukuran keberhasilannya akan ditentukan bukan oleh jumlah apel, melainkan oleh seberapa siap petugas merespons ketika situasi benar-benar menguji.
Editor Cor

