MEDIAWARTA.NET, TABALONG — Aparat kepolisian tak mau ambil risiko. Menjelang pemberangkatan jemaah calon haji, Polres Tabalong bersama sejumlah instansi menggelar uji kelaikan (ramcheck) armada bus. Fokusnya satu: memastikan tak ada kendaraan “bermasalah” yang lolos mengangkut jemaah.
Pemeriksaan digelar Sabtu sore, 25 April 2026, di Balai Pengujian KIR Kabupaten Tabalong, Murung Pudak. Sejumlah pejabat turun langsung—dari Kabag Ops hingga jajaran lalu lintas dan dinas terkait. Kehadiran mereka menegaskan satu hal: pengawasan tak lagi sekadar formalitas.
Sebanyak 9 unit bus milik PO Pulau Indah diperiksa. Armada pendukung ikut disisir: dua mobil pengawalan Satlantas, satu kendaraan Dinas Perhubungan, dan satu unit milik Satpol PP. Semua dipaksa “telanjang” di hadapan penguji.
Petugas memeriksa aspek teknis—rem, lampu, ban, pintu darurat, hingga wiper. Tak ada toleransi untuk komponen vital. Administrasi kendaraan juga dibedah: KIR dan STNK harus sah, bukan sekadar pelengkap berdebu di laci.
Pengemudi tak luput dari sorotan. SIM wajib sesuai, kondisi fisik harus prima. Keletihan dianggap ancaman nyata, bukan alasan. Perlengkapan darurat seperti APAR, segitiga pengaman, dan dongkrak turut dicek—detail kecil yang kerap diabaikan, namun krusial saat keadaan darurat.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo menyebut ramcheck ini sebagai langkah pencegahan. “Kami pastikan kendaraan dan pengemudi siap, ताकि jemaah merasa aman selama perjalanan,” ujarnya.
Langkah ini menjadi penanda: keselamatan tak bisa ditawar. Tanpa pemeriksaan ketat, perjalanan ibadah bisa berubah menjadi risiko di jalan. Di Tabalong, setidaknya untuk kali ini, celah itu berusaha ditutup rapat.
Editor Cor

