![]() |
| Istimewa |
MEDIAWARTA.NET, JAKARTA -Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, , mendesak bersikap profesional dan transparan dalam mengusut dugaan keterlibatan empat anggotanya dalam kasus penyiraman air keras terhadap .
“Sejak awal terjadinya penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, saya yakin Polri bisa cepat mengungkap pelakunya. Saya tahu Polri amat profesional. Kini giliran TNI yang harus juga profesional dan transparan dalam membawa ke pengadilan,” kata Mahfud, Kamis, 19 Maret 2026.
Pernyataan itu muncul setelah Komandan Pusat Polisi Militer TNI, , mengumumkan empat prajurit yang diduga terlibat, yakni NDP, SL, BHW, dan ES. Mereka berasal dari , dengan pangkat mulai dari kapten hingga sersan dua.
Yusri menyatakan keempatnya telah ditahan. Namun, status hukum mereka belum ditingkatkan sebagai tersangka karena penyidik masih mendalami barang bukti dan motif.
Di sisi lain, sebelumnya telah lebih dulu mengungkap dugaan pelaku. Polisi menyebut dua nama berinisial BHC dan MAK sebagai eksekutor lapangan.
Kasus ini terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat. Dua orang tak dikenal menyiramkan cairan korosif ke arah Andrie Yunus. Cairan tersebut mengenai bagian kanan tubuh korban, termasuk mata, wajah, dada, dan tangan, hingga menyebabkan luka bakar serius.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Andrie mengalami luka bakar seluas 24 persen dan saat ini masih menjalani perawatan di .
Desakan agar proses hukum berjalan terbuka menguat seiring perhatian publik terhadap kasus ini.
Editor Cor

