![]() |
| Istimewa |
MEDIAWARTA.NET,Tanah Laut — Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Tanah Laut masuk ke ruang paling dasar pembentukan karakter: sekolah. Senin (27/4), mereka berdiri sebagai pembina upacara di SMA Negeri 2 Jorong, Desa Sungai Baru, Kecamatan Jorong.
Upacara berlangsung tertib. Guru, staf, dan siswa mengikuti tanpa banyak seremoni. Namun isi pesannya tegas: disiplin bukan pilihan, melainkan fondasi.
Personel Sat Polairud menyasar langsung kebiasaan sehari-hari pelajar. Tertib lalu lintas ditegaskan sebagai cermin tanggung jawab, bukan sekadar kepatuhan formal. Penggunaan teknologi disentil—harus cerdas, bukan liar. Pergaulan diingatkan agar tak tergelincir ke kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba, yang disebut sebagai pintu cepat menuju kehancuran masa depan.
Tak berhenti di situ, isu lingkungan ikut didorong ke garis depan. Para siswa diminta tak abai terhadap sungai dan pesisir—ruang hidup yang selama ini justru kerap diabaikan. Pesannya jelas: menjaga lingkungan bukan slogan, tapi kewajiban.
Respons sekolah relatif positif. Siswa terlihat menyimak, meski efektivitasnya tetap bergantung pada konsistensi setelah upacara usai—bukan saat barisan masih rapi.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, melalui Kasat Polairud Iptu Alamsyah Sugiarto, menegaskan pola pembinaan seperti ini akan terus digencarkan. Polisi, kata dia, tak hanya hadir saat pelanggaran terjadi, tapi juga masuk lebih awal—mencegah sebelum rusak.
Langkah ini menegaskan satu hal: membangun generasi disiplin tak cukup lewat slogan. Harus ada intervensi nyata, langsung ke titik awal—sekolah.
Editor Cor

